Pacarmu Belum Tentu Jodohmu, Tapi Suamimu Itulah Pacarmu yang Sesungguhnya

16.11.00
Mediagaul.net - Mau pacaran berapa kali pun, kalau memang bukan jodohnya ya cuma sakit hati akhirnya. Gak sedikit yang memang lebih sibuk dengan pacarnya daripada dengan aktivitas ibadahnya. Bukan berarti dilarang, tapi memang harusnya tidak terjadi. Jika ingin dipertemukan dengan jodoh, tentunya hal yang lebih baik adalah mendekati yang punya kuasa menentukan jodoh. Sama seperti soal kenaikan tarif dasar listrik. Jangan demo PLN yang menagih tarif lebih, tapi demo ditujukan kepada pemerintah yang menaikkan tarif dasar listri semena-mena.


Jodohmu pasti datang

Kapan sebenarnya jodoh datang, itulah pertanyaan dasar saat membahasnya. Lalu kemudian seseorang yang sudah mulai masuk usia 20-an galau. Sebenarnya jodohku kapan keliatannya, itu pula pertanyaan yang biasa terselip dalam hati. Lalu setan pun mulai memoles dengan godaan yang gak baik. Bisikan itu muncul misalkan, "sudahlah jangan lama-lama nyari jodoh, mumpung masih muda nikmatin dulu". Bukan cuma itu, ketika ada seseorang yang mendekati lalu setan juga membisikkan "Terima dulu, mungkin saja dia jodohmu". Banyak sekali bisikan setan untuk menjerumuskan manusia.

Ada saatnya direnungkan memang, ketika bahas soal kapan seorang ibu melahirkan anaknya. Pasti seorang dokter atau bidan bisa menjawab sekian bulan dan sekian hari. Kalau ada yang bertanya pula kepada seorang teknisi komputer, sampai kapan umur komputer jika digunakan setiap hari, maka ia pun bisa saja menjawab sekian dan sekian. Tapi ketika seseorang bertanya soal jodoh, maka logika sederhananya juga sama. Maksudnya begini, mungkin memang tidak ada yang bisa menjawab jodoh itu datangnya kapan, tapi sejatinya kita sendiri pula yang bisa menentukan lebih cepat atau lambat. Sebab begini, jika kita memang sudah pantas Allah berikan jodoh itu maka tidak akan lama akan dipertemukan. Intinya adalah buktikan dulu cinta kita kepada Allah baru nanti Allah yang akan memberikan cinta-Nya kepada kita dengan salah satunya mendekatkan sang jodoh.

Siapa jodohku?

Allah memberikan rambu-rambu yang tegas dalam surat An Nur ayat 26. Intinya adalah orang yang baik pasti diberikan jodoh yang baik. Sebaliknya orang yang kurang baik maka jodohnya pun setara. Sama seperti logikanya salam. Jika kita menebar kebaikan, maka kita pun akan mendapatkan kebaikan pula dari orang lain.

Tak perlu bingung atau gundah mikirin siapa jodoh kita. Ada poin yang lebih penting untuk diutamakan saat itu adalah sejauh mana kita memperbaiki diri agar jodoh kita pun baik pula. Ada orang yang sibuk mencari jodoh yang terbaik. Misalkan ada cowok yang begitu sibuk mencari wanita sholehah. Dia mencari wanita berjilbab yang anggun, prestasinya di kampus baik dan aktivitas kesehariannya rajin pengajian. Tapi di sisi lain, cowok itu perokok, jarang sholat, belum bisa mengaji dan bahkan berpakaian pun masih ala preman.

Lantas apa yang akan diraih dengan kondisi seperti itu kalau bukan pribahasa "Bagai pungguk merindukan bulan". Jika ingin memiliki jodoh yang sehebat itu tentu perbaiki dulu diri sendiri. Jangan terlalu memikirkan angan-angan tapi sibuklah memilih cara terbaik untuk merealisasikan angan itu.

Share this

Media informasi yang menyuguhkan pernik kehidupan anak muda. Mengikuti perkembangan zaman tapi jangan lupa arahan yang benar,,,

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »