Afi Nihaya, Berjilbab Saja Masih Belum Benar, Sudah Berani Mengritik Agamanya Sendiri

07.03.00
Mediagaul.net - Ada banyak sekali anak muda terlalu bersemangat dalam beragama. Mereka begitu rajin ke masjid dan mengikuti majlis ta'lim. Mereka rajin pula mengadakan acara keagamaan di masjid dan kampungnya. Aktif mengikuti perkembangan dunia Islam dan tentunya tidak terlena dengan pergaulan bebas. Apalagi kalau urusannya dengan perang pemikiran, mereka tentu tidak mudah terpengaruhi oleh bisikan setan liberal dan iblis sekuler.


Sekarang, mungkin tidak mudah mendapati mereka di kota-kota besar. Benar saja, mereka memang banyak tapi kini semakin sedikit. Terlebih lagi tergerus oleh dahsyatnya congor musuh Allah meluncurkan serangannya. Jika diruntut, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan generasi muda tergerus oleh arus kesesatan. Pola pikir yang belum mapan juga mudah sekali disisipi oleh pemikiran menyesatkan.

Lahirnya sosok Afi Nihaya

Indonesia dibuat heboh pada Ramadhan tahun lalu dengan hadirnya sosok Saeni. Ibu pedagang makanan yang dibesarkan oleh media. Hanya karena kelihaian media mengemas berita, akhirnya nama Saeni begitu dielu-elukan oleh para korban amukan media musuh Islam. Semua media bayaran memberitakan bahwa Saeni adalah korban sweeping oleh umat Islam. Padahal dia sendiri yang jualan di siang bolong saat Ramadhan. Lalu muncullah slogan dari orang liberal yang belum pernah ada sebelumnya di pemerintahan presiden sebelumnya dan sebelumnya. Muncul slogan "Hormatilah orang yang tidak puasa". Sejak kapan dunia ini menjadi terbalik? ya, sejak negara api menyerang.

Tapi semua makar itu tidak mempan sebab umat Islam sudah sangat dewasa menimbang mana yang lurus dan mana yang bengkok. Kini, Ramadhan tahun ini juga diwarnai dengan munculnya anak kecil yang memajang foto editan di Buku Muka lahir. Ia lahir dengan status anak yang sengaja dimunculkan sebagai tokoh perusak agama.

Afi Nihaya Faradisa, begitu namanya yang beberapa orang mengartikan dalam bahasa Arab mengindikasikan ketidakyakinan pada Surga. Ia muncul ibarat pahlawan. Diundang di mana-mana sebagai pembicara, padahal pola pikirnya disadur dari para kaum liberal.

Afi Nihaya Mengritisi Agamanya Sendiri Lalu Membela Agama Lain
Afi Nihaya muncul dengan tulisan krusial yang bertajuk "Agama yang ia anut hanyalah warisan". Tulisan itu ia beri judul "Warisan" dan seluruh media mainstream pun memuat soal dirinya.

Hello.....
Kalau semua orang kagak bisa milih agamanya apa, tentu sekelas sahabat Nabi seperti Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali tidak bakal masuk Islam kalau mengikuti agama nenek moyangnya. Jangan seperti Abu Jahal yang begitu getol mempertahankan agama nenek moyangnya dan menolak Islam. Tidak akan ada orang murtad (keluar dari Islam) jika mereka tidak bisa memilih dengan cara apa ia mati. Termasuk Afi Nihaya pula, tidak akan jadi orang Islam secara sempurna kalau masih memilih agama gado-gado yang dicampuri agama lain.

Bahaya Pemikiran yang Diangkat Afi Nihaya

Pemikiran seperti Afi ini sangat berbahaya. Dulu orang liberal mengirimkan orang-orang semisal Ulil Abshar untuk menyerang Islam, karena sudah terlalu banyak dibongkar aibnya, lalu mereka pakai anak kecil. Banyak tulisan Afi yang mengangkat paham liberal. Salah satunya adalah menyeru agar orang Islam tidak boleh beranggapan paling benar. Padahal dia sendiri juga merasa paling benar.

Ada banya sebenarnya kejanggalan pola pikir bocah satu ini. Tapi ya sudahlah, biar waktu yang akan membongkar semuanya. Toh dia sendiri sudah divonis sebagai tukang plagiat.

Share this

Media informasi yang menyuguhkan pernik kehidupan anak muda. Mengikuti perkembangan zaman tapi jangan lupa arahan yang benar,,,

Related Posts

Previous
Next Post »