Debu-Debu Fi Sabilillah

07.26.00

Mediagaul.net/Jadoel - Yunus bin Ubaid rahimahullah, seorang tokoh tabi’in kenamaan,  di waktu sakit menjelang akhir hayat menatap kedua telapak kakinya lalu menangis. Lalu beliau ditanya, “Apa yang membuat Anda menangis wahai Abu Abdillah?” Beliau menjawab, “Kedua telapak kakiku.. keduanya belum pernah tersentuh debu jihad di jalan Allah. Kalau saja keduanya tersentuh debu jihad di jalan Allah, tentulah aku merasa aman dari adzab.”

Debu fii Sabilillah Diharamkan Atas Neraka

Dalam Kitab Hakadza Tahaddatsa as-Salaf, Dr. Musthafa Abdul Wahid memberikan ulasan yang menarik tentang riawayat tersebut.

Bahwa ini menunjukkan begitu tinggi tingkat wara’ dan raghbah (pengharapan) beliau terhadap keutamaan. Beliau ingin sekali mampu meraih puncak kebaikan hingga tidak terlewatkan satu pintupun di antara pintu-pintu kebaikan, satu momenpun di antara momen-momen kebaikan dan satu derajatpun di antara derajat-derajat kebaikan.

Beliau dikenal sebagai sosok yang bersegera dalam ketaatan di setiap saat dan menunaikan kewajiban di setiap kesempatan. Hingga orang-orang berkata perihal beliau, “Tiada datang hak-hak Allah melainkan beliau menunaikannya.”

Namun demikian, beliau masih menyesal tatkala menjelang wafatnya karena belum terbuka kesempatan bagi beliau untuk berjihad fi sablillah yang beliau isyaratkan dengan istilah debu-debu di jalan Allah.

Pada zaman beliau adalah zaman tenang, aman dan damai, kalimat Islam adalah yang paling tinggi, sehingga beliau fokus dalam kesungguhannya untuk memperbaiki masyarakat, berdakwah, beramal shalih dan sibuk dengan ilmu dan periwayatan hadits.

Akan tetapi perasaan beliau begitu peka, pandangannya terhadap derajat kebaikan begitu jauh, sehingga beliau faham bahwa jihad fii sabilillah adalah “dzirwatu sanamil Islam”, puncak ketinggian Islam.

Beliau berangan, kalau saja kedua telapak kakinya tersentuh debu di jalan Allah, tentulah beliau akan keluar dari dunia ini dengan rasa aman, tenang dan yakin akan selamat dari adzab. Karena Allah tidak akan mempertemukan antara debu fii sabilillah dengan asap neraka. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

لاَ يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ فِى جَوْفِ عَبْدٍ أَبَدًا
“Tidak akan bertemu selamanya debu di jalan Allah dengan asap neraka Jahannam atas seorang hamba.” (HR an-Nasai dan dishahihkan oleh Al Albani)

Maka tatkala kedua kaki seorang hamba telah tersentuh debu fii sabiilillah, maka ia tidak akan merasakah asap neraka jahannam.

Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنِ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
“Barangsiapa kedua kakinya berdebu di jalan Allah, maka Allah mengharamkan Neraka untuknya.” (HR Bukhari)

Source : Ar-risalah "Debu-debu Fi Sabililah" oleh Abu Umar Abdilah

(rajaf)

Share this

Media informasi yang menyuguhkan pernik kehidupan anak muda. Mengikuti perkembangan zaman tapi jangan lupa arahan yang benar,,,

Related Posts

Previous
Next Post »