Jejak Maksiat Tecatat Hingga Hari Kiamat

08.45.00

Mediagaul.net/Pencerah - Beruntunglah orang yang memiliki banyak jejak kebaikan. Menapakkan setiap langkahnya menuju ketaatan dan banyak mengerjakan amal-amal shalih karena bekas-bekas itu tidak akan hilang. Dan merugilah orang yang banyak menjejakkan tapak kaki mereka menuju kemaksiatan. Hal itu akan menorehkan luka kedurhakaan karena semuanya akan tetap ada, sampai hari pengadilan tiba. Bekas itu akan tetap ada meskipun bagi yang bertaubat, Semoga Allah mengampuninya dan menggantikan dengan kebaikan.

Bekas kemaksiatan akan terekam di tiga tempat yaitu di bumi, wajah pelaku dan manusia sepeninggalannya.

Pertama di bumi, jejak kemaksiatan akan terekam di bumi. Dalilnya dari Abu Hurairah r.a ia berkata bahwa rasulullah membaca ayat "pada hari itu bumi menceritakan beritanya" (Qs. Al Zalzalah : 4).
Rasulullah bertanya, "tahukah kalian apa yang diceritakan oleh bumi?" para sahabat menjawab, "Allah & Rasulnya yang lebih tahu" Rsulullahpun bersabda, 
"Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi menjadi saksi atas semua perbuatan manusia (laki-laki maupun wanita) yang telah mereka perbuat di muka bumi. Bumi akan berkata "Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu" inilah yang diberitakan oleh bumi." (HR. Tirmidzi)

Kedua di wajah manusia, sebagaimana bekas wudhu, sholat dan berjihad yang bekasnya akan menjadi cahaya, bekas maksiat juga akan tampak di wajah. Hitam legam dan menunjukan kehinaan. Allah berirman "pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu". (Qs Ali Imran : 106)

Ketiga, manusia. Bekas kemaksiatan seseorang bisa membekas pada manusia yang lain. Ya karena maksiat itu menular. Saat seseorang melakukan kemaksiatan bisa jadi tanpa sepengetahun kita ada orang lain yang menirunya. Bahkan kini mirisnya banyak yang dengan sengaja dan menyebarkan kemaksiatan contohnya adalah seorang wanita yang tidak menjaga auratnya sehingga apa yang seharusnya tidak ditampakkannya malah diabadikan dalam bentuk foto maupun video yang mereka unggah sendiri di media sosial milik mereka. Ketahuilah saat orang itu mungkin sudah meninggal maka apa yang dulu ia kerjakan masih dapat terus dinikmati oleh manusia yang lainnya. 

Bekas itu malah menjadi dosa jariyah, dosa yang terus mengalir walaupun si pelakunya sudah mati. Perumpamaan menjadi pohon dosa yang terus membesar dan menjalar. Rasulullah bersabda "Barang siapa menyeru pada hidayah maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa yang menyeru pada kesesatan maka baginya dosa seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurang dosa-dosa mereka sedikitpun. (HR. Muslim)

Umpama paku yang sudah ditancapkan, meski sudah dicabut namun tetap meninggalkan bekas dan tak akan hilang. Maksiatpun demikian, meskipun sudah ditaubati, menghilangkas bekasnya sama sekali tidak mudah.

Barakallahufikum

Source : Ar-Risalah edisi 179 (taufikanwar)
(rajaf)

Share this

Media informasi yang menyuguhkan pernik kehidupan anak muda. Mengikuti perkembangan zaman tapi jangan lupa arahan yang benar,,,

Related Posts

Previous
Next Post »