Sa’id bin Musayyib Pun Menentang Kezaliman Penguasa Pada Zaman Tabi'in

03.39.00

Mediagaul.net/Jadoel - Diriwayatkan bahwa ketika Abdul Malik bin Marwan berkuasa, ia menjadi otoriter dan memerintah dengan pedang. Termasuk yang ia paksakan kepada seluruh rakyat adalah supaya mereka mau berbaiat untuk mengangkat putranya Al-Walid sebagai khalifah penggantinya. Kemudian, setelah itu Sulaiman yang akan menggantikannya. Peristiwa ini terjadi pada tahun 85 H.

Sa’id bin Musayyib tidak mau menuruti keinginan penguasa ini. Beliau tidak mau berbaiat. Baliau adalah seorang Imam besar di Madinah kala itu. Maka mereka mengusulkan agar beliau pergi dari Madinah untuk melaksanakan umrah, sampai seluruh penduduk Madinah berbaiat. Maka beliau menjawab, “Saya tidak mau menyusahkan diri dan mengeluarkan biaya untuk sesuatu yang saya tidak tertarik melakukannya.”

Lalu mereka memberikan opsi lain, “Kamu tinggal di dalam rumah saja, jangan keluar hingga perkara ini selesai.”

Maka beliau menjawab, “Apakah aku harus meninggalkan suara adzan yang mengumandangkan hayya ’alash shalah, hayya ’alal falaah? Aku tidak mungkin melakukannya.”

Lalu mereka memberikan saran lain, “Bagaimana jika engkau tetap hadir, tetapi pada saat sang wali membacakan kitabnya kepadamu jangan engkau jawab dengan ‘ya’ ataupun ‘tidak’.”

Maka beliau menjawab, “Lantas bagaimana kalau orang-orang akan mengira bahwa Sa’id telah berbaiat? Saya tidak akan melakukan itu.”

Ada lagi yang mengatakan kepadanya, “Masuklah dari pintu pertama, lalu langsung keluar dari pintu yang lain!”

Maka beliau menjawab, “Demi Allah, tidak ada seorang pun yang akan mengikuti perbuatanku.”

Maka diputuskanlah hukuman bagi beliau, yaitu dicambuk dan dipenjarakan. Bahkan beliau juga diancam dengan pedang, namun sama sekali tidak surut dari pendapatnya.

Ketika di dalam penjara, ada dua orang yang membesuk beliau seraya menasihati, “Bertakwalah kepada Allah, kami mengkhawatirkan keselamatan jiwamu.” Maka beliau mengatakan dengan tegas, “Keluarlah kalian dari tempatku! Apakah kalian kira aku akan bermain-main dengan agama ini sebagaimana kalian mempermainkan agama kalian?”

Dikutip dari buku ”Potret Ulama Antara yang Konsisten dan Penjilat” karya; Abu Hafs Sufyan Al-Jazairy, Penerbit Aqwam, Solo.

Share this

Media informasi yang menyuguhkan pernik kehidupan anak muda. Mengikuti perkembangan zaman tapi jangan lupa arahan yang benar,,,

Related Posts

Previous
Next Post »