Dibolehkannya Donor Darah (Part I)

07.28.00

Mediagaul.net/Pencerah - Donor darah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang untuk diberikan ke orang lain atau akan disimpan di PMI yang kemudian digunakan untuk proses transfusi darah. Donor darah ini banyak diadakan di tempat umum untuk kegiatan-kegiatan sosial atau juga langsung diadakan di Rumah Sakit umum maupun di kantor Palang Merah Indonesia (PMI). Banyak orang berpartisipasi sebagai pendonor darah, namun tidak semua orang boleh untuk mendonorkan darahnya. Untuk menjadi pendonor ada persyaratanya, contoh kecinya saja pendonor darah nggak boleh berbadan kurus dan cingkring, harus cukup umur, tidak menderita penyakit dan lain-lain. Tapi bagaimana hukum mendonorkan darah menurut agama Islam ?

Untuk menjawab pertanyaan itu kita harus tau hal-hal kasus ini dulu
Pertama: Siapakah orang yang menerima darah yang didonorkan itu? 
Kedua: Siapakah orang yang mendonorkan darahnya itu? 
Ketiga: Instruksi siapakah yang dipegang dalam pendonoran darah itu?

Kasus pertama: 
Yang boleh menerima darah yang didonorkan adalah orang yang berada dalam keadaan kritis karena sakit ataupun terluka dan sangat memerlukan tambahan darah. Dasarnya adalah firman Allah Ta'ala:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ


Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. (QS. 2:173)

Dalam ayat lain Allah juga berfirman:

وَمَا لَكُمْ أَلا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ 
"Dan sungguh telah dijelaskan kepadamu apa-apa yang diharamkan atasmu kecuali yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya, kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain), dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Rabb-mu, Dia-lah yang lebih mengetahui, orang-orang yang melampaui batas."  (QS.6:119)

Bentuk pengambilan dalil dari ayat di atas bahwasanya jikalau keselamatan jiwa pasien karena sakit atau luka sangat tergantung kepada darah yang didonorkan oleh orang lain dan tidak ada zat makanan atau obat-obatan yang dapat menggantikannya untuk menyelamatkan jiwanya maka dibolehkan mendonorkan darah kepadanya. Dan hal itu dianggap sebagai pemberian zat makanan bagi si pasien bukan sebagai pemberian obat. Dan memakan makanan yang haram dalam kondisi darurat boleh hukumnya, seperti memakan bangkai bagi orang yang terpaksa memakannya.

Bersambung

(Vz)

Share this

Media informasi yang menyuguhkan pernik kehidupan anak muda. Mengikuti perkembangan zaman tapi jangan lupa arahan yang benar,,,

Related Posts

Previous
Next Post »