Kisah Sebatang Pensil

08.44.00


Mediagaul.net/Stories - Pada suatu hari di Rumah yang sederhana di Pinggiran Kota, hiduplah seorang Anak laki-laki yang diasuh oleh Neneknya karena kedua orang tua anak tersebut sedang bekerja jauh diluar sana untuk mencari nafkah. 

Si anak lelaki memandangi neneknya yang sedang menulis, lalu bertanya, “Apakah Nenek sedang menulis surat kepada ayah ?" 
"Tidak nak.." jawab Neneknya.  
"Apakah Nenek sedang menulis surat kepada Ibu ?" 
"Tidak nak..." jawab Neneknya lagi.
"Lalu apa yang sedang Nenek tulis itu ?" 
Nenekpun berhenti menulis surat dan berkata kepada cucunya, 
“Nenek sedang menulis artikel yang akan diposting diweb nak" sahut Neneknya "tetapi ada yang lebih penting daripada kata-kata yang sedang Nenek tulis, yakni pensil yang Nenek gunakan. Mudah-mudahan kau menjadi seperti pensil ini, kalau kau sudah dewasa nanti.” kata Neneknya lagi.

Si anak laki-laki merasa heran, diamatinya pensil itu, kelihatannya biasa saja.“Tapi pensil itu sama saja dengan pensil-pensil lain yang pernah kulihat Nek”
“Itu tergantung bagaimana kau memandang
segala sesuatunya. Ada lima pokok yang penting,
dan kalau kau berhasil menerapkannya, kau akan senantiasa merasa damai dalam menjalani hidupmu.”
Pertama : Kau sanggup melakukan hal-hal yang besar, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu. Kita menyebutnya dengan Rabb semesta alam. Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendak-Nya.

Kedua : Sesekali Nenek mesti berhenti menulis dan meraut pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitu pula denganmu, kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik.

Ketiga : Pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus untuk menghapus kesalahan-kesalahan yang kita buat. Ini berarti, tidak apa-apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita jadi tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.

Keempat : Yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah bagian luarnya yang dari kayu, melainkan bahan grafit di dalamnya. Jadi, perhatikan selalu apa yang sedang berlangsung di dalam dirimu.

Dan yang Kelima : Pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kau lakukan. Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau lakukan dalam hidupmu akan meninggalkanbekas, maka berusahalah untuk menyadari hal tersebut dalam setiap tindakanmu. (kisahmotivasi)

 

Share this

Media informasi yang menyuguhkan pernik kehidupan anak muda. Mengikuti perkembangan zaman tapi jangan lupa arahan yang benar,,,

Related Posts

Previous
Next Post »